<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel><title><![CDATA[Blog Sabbi]]></title><description><![CDATA[Easier, Better.]]></description><link>https://blog.sabbi.id/</link><image><url>https://blog.sabbi.id/favicon.png</url><title>Blog Sabbi</title><link>https://blog.sabbi.id/</link></image><generator>Ghost 5.2</generator><lastBuildDate>Mon, 04 May 2026 12:48:13 GMT</lastBuildDate><atom:link href="https://blog.sabbi.id/rss/" rel="self" type="application/rss+xml"/><ttl>60</ttl><item><title><![CDATA[Mengapa WhatsApp Business API Sangat Penting bagi Rumah Sakit? Simak 5 Alasannya!]]></title><description><![CDATA[<p>Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, sangat penting bagi rumah sakit untuk menjalin hubungan yang baik dengan konsumen atau pasiennya. Selain itu, rumah sakit juga harus memastikan kualitas pelayanan yang diberikan agar dapat menambah kepuasan pasien dan tentunya meningkatkan pendapatan rumah sakit juga.</p><p>Dalam upaya menyediakan pelayanan terbaik bagi pasien, dibutuhkan suatu</p>]]></description><link>https://blog.sabbi.id/mengapa-whatsapp-business-api-sangat-penting-bagi-rumah-sakit-simak-5-alasannya/</link><guid isPermaLink="false">63b28c854c92660453c3d618</guid><dc:creator><![CDATA[Budi]]></dc:creator><pubDate>Mon, 02 Jan 2023 08:20:58 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.sabbi.id/content/images/2023/01/sabbiScreen-Shot-2022-12-03-at-21.31.28-1.png" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.sabbi.id/content/images/2023/01/sabbiScreen-Shot-2022-12-03-at-21.31.28-1.png" alt="Mengapa WhatsApp Business API Sangat Penting bagi Rumah Sakit? Simak 5 Alasannya!"><p>Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, sangat penting bagi rumah sakit untuk menjalin hubungan yang baik dengan konsumen atau pasiennya. Selain itu, rumah sakit juga harus memastikan kualitas pelayanan yang diberikan agar dapat menambah kepuasan pasien dan tentunya meningkatkan pendapatan rumah sakit juga.</p><p>Dalam upaya menyediakan pelayanan terbaik bagi pasien, dibutuhkan suatu kanal/platform yang pas agar rumah sakit dapat berkomunikasi dan melayani para pasien yang jumlahnya tidak sedikit. Nah, salah satu solusinya adalah dengan menggunakan fitur WhatsApp Business API.</p><p><strong>Apa Itu WhatsApp Business API?</strong></p><p>WhatsApp Business API merupakan sebuah fitur resmi dari WhatsApp yang ditujukan untuk membantu bisnis melakukan kegiatan komunikasi dengan pelanggan dengan lebih mudah dan terintegrasi.</p><p>WhatsApp Business API atau WhatsApp Business Application Programming Interface tersusun atas rangkaian kode yang menghubungkan WhatsApp dengan perangkat lunak milik rumah sakit. Perangkat lunak ini memungkinkan rumah sakit mengolah pesannya agar tersampaikan dengan mudah ke konsumen atau pasien.</p><p><strong>Manfaat WhatsApp Business API untuk Rumah Sakit</strong></p><p>Sebelumnya, telah dijelaskan bahwa WhatsApp Business &#xA0;API dapat membantu rumah sakit berkomunikasi dengan pasien. Namun, apakah ada manfaat lainnya dari WhatsApp Business API untuk rumah sakit?</p><p>Berikut ini kami rangkum 5 manfaat WhatsApp Business API untuk rumah sakit.</p><p><strong> </strong><strong>1. </strong><strong>Bisa </strong><strong>menjadi asisten virtual</strong></p><p>Sebagai penyedia layanan kesehatan yang harus selalu siap sedia selama 24 jam penuh, WhatsApp Business API dapat membantu bagian administrasi atau <em>customer service</em><em> </em>rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang cepat.</p><p>Berbagai pertanyaan yang ditanyakan dapat dibalas dengan cepat menggunakan chatbot yang ada dalam sistem ini. Tatanan bahasa yang dan pola jawaban bisa diatur sedemikian rupa sehingga menjawab kebutuhan pelanggan.</p><p><strong> </strong><strong>2. </strong><strong>Dapat terhubung dengan sistem CRM (<em>customer relationship management</em>) rumah sakit</strong></p><p>Rumah sakit dapat mengelola data-data milik pasien dengan mudah karena WhatsApp API dapat langsung terhubung ke sistem CRM rumah sakit.</p><p>Data-data tersebut dapat digunakan untuk mengetahui informasi tentang bagaimana kebutuhan dan perilaku pasien. Hal ini selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan menjadi semakin efisien dan optimal.</p><p><strong> </strong><strong>3. </strong><strong>Integrasi satu nomor</strong></p><p>Umumnya, semakin banyak pelayanan yang diberikan rumah sakit, semakin banyak pula nomor hotline yang perlu dihubungi oleh pasien.</p><p>Namun, dengan WhatsApp Business API, rumah sakit hanya membutuhkan satu nomor saja sebagai layanan hotline. Nomor hotline ini dapat dikelola secara bersama-sama oleh semua admin yang bertugas.</p><p>Hal ini tentunya sangat menguntungkan rumah sakit karena memudahkan pasien dalam berkomunikasi dengan pihak rumah sakit.</p><p><strong> </strong><strong>4. </strong><strong>Dapat memberikan informasi tentang transaksi pengobatan atau update berita terbaru</strong></p><p>Setiap transaksi pengobatan yang dilakukan dapat disampaikan secara langsung ke pasien melalui fitur WhatsApp Business API. Oleh karena itu, pasien dapat memantau prosesnya tanpa perlu kebingungan.</p><p>Bagi pasien yang sudah menjadi pelanggan tetap rumah sakit, nomornya akan tersimpan pada sistem secara otomatis sehingga rumah sakit dapat memberikan informasi terbaru tentangpelayanan kesehatan bagi pasien.</p><p><strong> </strong><strong>5. </strong><strong>Memudahkan proses pembayaran</strong></p><p>Dengan WhatsApp Business API, proses pembayaran dapat menjadi lebih efisien. Pasien dapat langsung melihat detail pembayaran melalui chat WhatsApp dan dapat menyelesaikan pembayaran melalui transfer ataupun e-wallet. Hal ini tentunya dapat mengurangi panjang antrean di rumah sakit.</p><p>Nah, untuk menghadirkan layanan WhatsApp Business API tersebut, SABBI bisa menjadi solusi terpercaya bagi Anda! Kami menawarkan berbagai manfaat WhatsApp Business API dengan harga terjangkau. Penawaran kami pun sangat fleksibel, dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis rumah sakit Anda. <strong><u>Segera hubungi kami </u></strong>dan dapatkan penawaran terbaik dari SABBI!</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Apa Itu Electronic Prescriptions Service?]]></title><description><![CDATA[<p>Pada umumnya, saat pasien melakukan pengobatan, mereka pasti akan mendapatkan resep obat sesuai anjuran dokter. Resep obat ini diberikan setelah dokter melakukan tindakan perawatan dan melakukan analisis untuk mendapat diagnosis yang tepat.</p><p>Dengan demikian, resep obat tersebut dibuat berdasarkan kondisi kesehatan dan kebutuhan pasien sehingga pasti berguna bagi masa penyembuhan</p>]]></description><link>https://blog.sabbi.id/apa-itu-electronic-prescriptions-service/</link><guid isPermaLink="false">63b2633c4c92660453c3d600</guid><dc:creator><![CDATA[Budi]]></dc:creator><pubDate>Mon, 02 Jan 2023 06:41:46 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.sabbi.id/content/images/2023/01/pilphoto-1512069511692-b82d787265cf.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.sabbi.id/content/images/2023/01/pilphoto-1512069511692-b82d787265cf.jpg" alt="Apa Itu Electronic Prescriptions Service?"><p>Pada umumnya, saat pasien melakukan pengobatan, mereka pasti akan mendapatkan resep obat sesuai anjuran dokter. Resep obat ini diberikan setelah dokter melakukan tindakan perawatan dan melakukan analisis untuk mendapat diagnosis yang tepat.</p><p>Dengan demikian, resep obat tersebut dibuat berdasarkan kondisi kesehatan dan kebutuhan pasien sehingga pasti berguna bagi masa penyembuhan pasien.</p><p>Namun sayangnya, saat ini pembuatan resep obat masih dilakukan secara manual atau konvensional di kertas. Akibatnya, masih banyak terjadi kesalahan dalam proses peresepan obat yang tentunya dapat berakibat fatal dan membahayakan pasien. Dalam bidang medis, kesalahan ini disebut dengan <em>medication error.</em></p><p>Nah, untuk mencegah terjadinya <em>medication error,</em> dibutuhkan intervensi komputer atau digitalisasi dalam proses peresepan obat. Hal inilah yang kemudian dikenal sebagai <em>electronic prescriptions service </em>atau <em>e-prescribing</em>.</p><p><strong>Apa Itu <em>Electronic Prescriptions Service </em>atau EPS?</strong></p><p>Secara singkat, <em>electronic prescriptions service</em> (EPS) adalah sistem peresepan obat yang dilakukan secara digital. Sistem ini memungkinkan dokter umum atau spesialis terhubung langsung dengan unit farmasi rumah sakit sehingga proses peresepan obat menjadi lebih efisien dan efektif.</p><p>Selain itu, dengan EPS, tahapan-tahapan dalam peresepan obat menjadi lebih ringkas dan minim kesalahan. Mulai dari tahap penulisan resep (<em>prescribing</em>), tahap pembacaan resep (<em>transcribing</em>), tahap penyiapan hingga penyerahan obat (<em>dispensing</em>), tahap penggunaan obat (<em>administration</em>), dan tahap pengawasan (<em>monitoring</em>).</p><p><strong>Mengapa <em>Electronic Prescriptions Service </em>Penting?</strong></p><p>Saat ini, penerapan EPS semakin dianggap penting karena sistem ini dinilai dapat mengatasi beberapa kekurangan peresepan obat secara manual seperti berikut ini.</p><p>&#x25CF; <strong>Tulisan dokter yang sulit dibaca</strong></p><p>Saat ini, pembuatan resep biasanya masih menggunakan cara manual atau konvensional di kertas. Masih banyak dokter merasa lebih nyaman menulis tangan resep mereka.</p><p>Namun sayangnya, kadang kala, tulisan dokter ini sulit dibaca oleh apoteker sehingga menyebabkan risiko terjadinya salah peresepan obat menjadi lebih besar.</p><p>Nah, untuk mengatasi permasalahan tersebut, EPS menjadi solusi yang tepat. Dokter dapat mengirimkan resep obat secara elektronik ke unit farmasi rumah sakit dan obat bisa langsung diproses.</p><p>&#x25CF; <strong>Proses penebusan obat yang kurang efisien</strong></p><p>Dalam peresepan obat secara konvensional, dokter biasanya memberikan resep dokter kepada pasien dan selanjutnya pasien harus menyerahkan resep tersebut secara langsung kepada apoteker untuk mendapat obat.</p><p>Proses ini tentunya sangat memakan waktu. Terlebih jika pelayanan sedang ramai, pasien bisa menunggu hingga berjam-jam untuk mendapat obat.</p><p>Nah, dengan EPS, dokter dapat mengirimkan resep obat secara langsung ke unit farmasi rumah sakit. Setelah resep diterima, apoteker bisa langsung menyiapkan obat pasien.</p><p>Alhasil, pasien tidak perlu menyerahkan kertas resep dokter kepada apoteker dan waktu untuk antre menjadi lebih singkat. Hal ini tentunya sangat menghemat waktu dan bisa meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit.</p><p>&#x25CF; <strong>Boros kertas</strong></p><p>Dalam peresepan obat secara manual, ada banyak sekali kertas yang digunakan. Hal ini dinilai tidak ramah lingkungan dan menyebabkan pengeluaran operasional rumah sakit menjadi lebih besar.</p><p>Kehadiran EPS tentunya mampu mengurangi penggunaan kertas secara signifikan karena peresepan obat dilakukan secara digital. Selain itu, EPS juga dapat menekan biaya operasional rumah sakit terhadap pengadaan kertas untuk resep obat.</p><p>&#x25CF; <strong>Rentan terjadi pemalsuan resep</strong></p><p>Saat peresepan obat dilakukan secara manual, tindakan pemalsuan resep lebih mungkin untuk dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.</p><p>Umumnya, pemalsuan resep ini bertujuan untuk mendapatkan obat-obatan yang tidak sembarang dijual. Hal ini tentunya dapat berakibat penyalahgunaan obat yang fatal.</p><p>Penerapan EPS menjadi sangat penting untuk mencegah hal tersebut terjadi. Dokter bisa memberikan resep obat secara langsung kepada unit farmasi rumah sakit dan pasien hanya perlu menunggu obat tersebut siap.</p><p>Alhasil, penggunaan kertas resep sebagai &#x201C;biang kerok&#x201D; rentannya pemalsuan obat dapat berkurang.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Electronic Medical Record: Arti dan Manfaatnya bagi Rumah Sakit ?]]></title><description><![CDATA[<p>Di era digital ini, rumah sakit berlomba-lomba melakukan digitalisasi terhadap setiap bagian pelayanannya. Salah satunya adalah pencatatan rekam medis pasien yang dilakukan secara digital, atau yang disebut dengan <em>electronic medical record</em> (EMR).</p><p>Bagi rumah sakit, rekam medis pasien tersebut bukan hanya sekadar bagian administratif saja, melainkan juga menjadi bentuk pertanggungjawaban</p>]]></description><link>https://blog.sabbi.id/electronic-medical-record-arti-dan-manfaatnya-bagi-rumah-sakit/</link><guid isPermaLink="false">63b25adc4c92660453c3d5f0</guid><dc:creator><![CDATA[Budi]]></dc:creator><pubDate>Mon, 02 Jan 2023 04:47:43 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.sabbi.id/content/images/2023/01/ERM.png" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.sabbi.id/content/images/2023/01/ERM.png" alt="Electronic Medical Record: Arti dan Manfaatnya bagi Rumah Sakit ?"><p>Di era digital ini, rumah sakit berlomba-lomba melakukan digitalisasi terhadap setiap bagian pelayanannya. Salah satunya adalah pencatatan rekam medis pasien yang dilakukan secara digital, atau yang disebut dengan <em>electronic medical record</em> (EMR).</p><p>Bagi rumah sakit, rekam medis pasien tersebut bukan hanya sekadar bagian administratif saja, melainkan juga menjadi bentuk pertanggungjawaban rumah sakit dalam upaya mengobati pasien.</p><p><strong>Apa Itu <em>Electronic Medical Record </em>atau EMR?</strong></p><p><em>Electronic medical record </em>atau EMR adalah sistem pencatatan rekam medis pasien yang dilakukan secara digital. Pada umumnya, EMR memuat semua informasi kesehatan yang bisa ditemukan terkait seorang pasien. Misalnya, seperti riwayat kesehatan, diagnosis, obat-obatan, tanggal imunisasi, alergi, dan lain-lain.</p><p>Dengan EMR, pencatatan rekam medis sudah terintegrasi di dalam sistem rumah sakit dan dapat diakses dengan mudah oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Dengan demikian, perawat dapat mencatat instruksi dokter dengan lebih terstruktur, jelas, dan rapi.</p><p><strong>Manfaat <em>Electronic Medical Record </em>atau EMR</strong></p><p><em>Electronic medical record </em>tentu memberikan berbagai manfaat kepada perawat dan dokter rumah sakit. Tidak hanya membuat proses administrasi lebih cepat selesai, EMR juga menjadikan pelayanan perawat dan dokter lebih efisien.</p><p>Sebagai contoh, sistem ini memudahkan petugas kesehatan dalam menganalisis kondisi kesehatan pasien dan menentukan pasien mana yang membutuhkan pemeriksaan segera.</p><p>Untuk lebih jelasnya, kami mengulas berbagai manfaat EMR seperti di bawah ini.</p><p>&#x25CF; <strong>Mempermudah administrasi</strong></p><p>Dengan adanya EMR, proses pencatatan dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Alhasil, para tenaga medis bisa menghemat waktu mereka lebih banyak sehingga pelayanan ataupun penanganan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.</p><p>Selain itu, EMR juga menguntungkan keuangan rumah sakit karena pengeluaran biaya untuk kertas rekam medis dapat ditekan akibat semua rekam medis tersebut sudah dicatat dalam sebuah sistem digital.</p><p>&#x25CF; <strong>Mempermudah analisis data</strong></p><p>Dokumen atau data-data pasien yang sudah tersimpan di sistem dapat diakses dengan mudah &#xA0;sehingga tenaga medis tidak perlu lagi memilah-milah dokumen kertas untuk mencari data yang diinginkan. EMR juga mempermudah tenaga medis dalam membuat laporan ataupun infografis dari kumpulan rekam medis yang ada.</p><p>&#x25CF; <strong>Meminimalisir <em>human error</em></strong></p><p>Sebenarnya, pencatatan rekam medis pasien secara konvensional mempunyai risiko kesalahan input ataupun penulisan data. Hal ini tentu sangat berbahaya terhadap proses pengobatan dan kesehatan pasien itu sendiri.</p><p>Adapun, kesalahan input tersebut diakibatkan oleh petugas medis yang kelelahan akibat harus mencatat begitu banyak rekam medis pasien secara manual dan berulang-ulang.</p><p>Dengan penggunaan EMR, kesalahan tersebut tentunya dapat teratasi karena proses pencatatan rekam medis pasien dengan bantuan komputer dilakukan secara lebih teliti dan tepat.</p><p>&#x25CF; <strong>Pengarsipan data yang terjaga</strong></p><p>Rekam medis merupakan dokumen pribadi milik pasien yang harus dijaga keamanannya agar tetap awet dan tidak disalahgunakan. Penggunaan EMR dapat menjamin penyimpanan menjadi lebih aman karena tidak perlu lagi khawatir dokumen terselip, hilang, ataupun dimakan rayap.</p><p>&#x25CF; <strong>Sistem dapat terintegrasi</strong></p><p>Data pasien yang begitu banyak tersebut tentu perlu diorganisir dengan baik agar proses penyimpanan dan pencarian dokumen menjadi lebih mudah. EMR membuat manajemen rumah sakit menjadi lebih mudah dalam melakukan integrasi data yang ada. Pengolahan data menjadi lebih praktis dan terhubung satu sama lain di setiap unit layanan.</p><p>Dibalik manfaat yang beragam dari penggunaan EMR, masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi rumah sakit dalam menerapkan sistem EMR. Salah satunya adalah kemampuan sumber daya manusia yang tidak merata.</p><p>Dalam mengaplikasikan teknologi EMR, tentunya dibutuhkan skill tertentu. Penerapan teknologi ini akan menjadi sulit jika masih banyak petugas rumah sakit yang gagap teknologi. Oleh karena itu, rumah sakit perlu mengadakan sosialisasi dan pelatihan bagi seluruh staf agar tidak mengalami kendala yang berarti di tengah jalan.</p><p>Nah, sebagai penyedia sistem informasi kesehatan digital, SABBI bertekad untuk memberikan pelayanan terbaik bagi rumah sakit Indonesia. Kami menawarkan berbagai produk digital yang dapat menunjang pelayanan rumah sakit dan akan membimbing Anda menggunakan produk-produk tersebut sampai bisa!</p><p>Jika di tengah jalan Anda menemui kendala, silakan hubungi kami kembali untuk menemukan jalan keluar terbaik. Tertarik untuk bekerja sama dengan kami? Silakan <strong><u>klik di sini </u></strong>untuk berdiskusi lebih lanjut.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Faskes Harus Tahu, Ini Dia Syarat Menjalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan!]]></title><description><![CDATA[<p>Hingga saat ini, pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah dengan membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada 1 Januari 2014. Lembaga ini bertugas untuk memberikan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.</p><p>Adapun, salah satu program yang diselenggarakan oleh BPJS</p>]]></description><link>https://blog.sabbi.id/faskes-harus-tahu-ini-dia-syarat-menjalin-kerja-sama-dengan-bpjs-kesehatan/</link><guid isPermaLink="false">63b24fba4c92660453c3d5c8</guid><dc:creator><![CDATA[Budi]]></dc:creator><pubDate>Mon, 02 Jan 2023 03:40:25 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.sabbi.id/content/images/2023/01/bpjs.png" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.sabbi.id/content/images/2023/01/bpjs.png" alt="Faskes Harus Tahu, Ini Dia Syarat Menjalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan!"><p>Hingga saat ini, pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah dengan membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada 1 Januari 2014. Lembaga ini bertugas untuk memberikan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.</p><p>Adapun, salah satu program yang diselenggarakan oleh BPJS adalah program asuransi kesehatan bernama Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam program ini, masyarakat wajib membayar iuran dalam jumlah tertentu sebagai tabungan untuk biaya perawatannya ketika sakit di masa depan.</p><p>Dengan kata lain, masyarakat bisa mendapatkan layanan proteksi biaya perawatan kesehatan jika ia sakit.</p><p>Sampai saat ini, setidaknya ada 155 penyakit yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Mulai dari demam, mabuk perjalanan, asma, katarak, diabetes melitus, kanker, hingga HIV/AIDS tanpa komplikasi.</p><p>Tidak hanya itu, BPJS Kesehatan juga menyediakan pelayanan bagi ibu hamil: biaya melahirkan normal atau caesar (berdasarkan rekomendasi dokter) ditanggung penuh oleh lembaga.</p><p>Begitu banyaknya manfaat kesehatan yang diberikan, tidak heran saat ini banyak masyarakat lebih memilih fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, jika Anda ingin membangun fasilitas kesehatan, sebaiknya pertimbangkan pilihan untuk menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar dapat menarik lebih banyak pelanggan.</p><p>Adapun, berdasarkan Permenkes Nomor 7 Tahun 2021, terdapat empat fasilitas kesehatan tingkat pertama yang bisa menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, yaitu</p><p>- praktik dokter, praktik dokter gigi, dan praktik dokter layanan primer,</p><p>- puskesmas atau yang setara,</p><p>- klinik pratama atau yang setara, dan</p><p>- rumah sakit kelas D pratama atau yang setara.</p><p>Perlu diingat, dalam membangun hubungan kerja sama tersebut, BPJS Kesehatan <strong>hanya akan</strong> memilih <strong>fasilitas kesehatan yang sudah mendapatkan akreditasi</strong>. Oleh karena itu, setiap fasilitas kesehatan diberi waktu sekitar dua tahun untuk mempersiapkan akreditasi jika ingin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.</p><p>Selebihnya, ketentuan lainnya yang harus dipenuhi untuk menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan bisa disimak pada penjelasan di bawah ini.</p><p>&#x25CF; Ketentuan kerja sama BPJS Kesehatan untuk praktik dokter, praktik dokter gigi, dan praktik dokter layanan primer, harus memiliki:</p><p>- Surat Izin Praktik (SIP)</p><p>- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)</p><p>- Perjanjian kerja sama dengan laboratorium, apotek, dan jejaring lainnya</p><p>- Surat pernyataan kesediaan mematuhi ketentuan yang terkait dengan &#xA0; &#xA0; &#xA0; &#xA0; &#xA0; &#xA0; &#xA0;Jaminan Kesehatan Nasional</p><p>- Bukti pelaporan pengukuran indikator nasional mutu pelayanan kesehatan</p><p>&#x25CF; Ketentuan kerja sama BPJS Kesehatan untuk puskesmas atau setara, harus memiliki:</p><p>- Surat izin operasional</p><p>- Surat Izin Praktik (SIP) bagi dokter/dokter gigi, Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA) bagi apoteker, dan surat izin praktik atau surat izin kerja bagi tenaga kesehatan lain</p><p>- Perjanjian kerja sama dengan jejaring lainnya (jika diperlukan)</p><p>- Surat pernyataan kesediaan mematuhi ketentuan terkait dengan Jaminan &#xA0; &#xA0; &#xA0; Kesehatan Nasional</p><p>- Sertifikat akreditasi</p><p>&#x25CF; Ketentuan kerja sama BPJS Kesehatan untuk klinik pratama atau yang &#xA0; &#xA0;setara, harus memiliki:</p><p>- Surat izin operasional</p><p>- Surat Izin Praktik (SIP) bagi dokter/dokter gigi dan surat izin praktik atau &#xA0; &#xA0;surat izin kerja bagi tenaga kesehatan lain</p><p>- Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA) bagi apoteker, jika klinik menyediakan &#xA0; &#xA0;layanan farmasi</p><p>- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)</p><p>- Perjanjian kerja sama dengan jejaring lainnya (jika diperlukan)</p><p>- Surat pernyataan kesediaan mematuhi ketentuan terkait dengan Jaminan &#xA0;Kesehatan Nasional</p><p>- Sertifikat akreditasi</p><p>&#x25CF; Ketentuan kerja sama BPJS Kesehatan untuk rumah sakit kelas D pratama &#xA0; &#xA0;atau yang setara, harus memiliki:</p><p>- Surat izin operasional</p><p>- Surat Izin Praktik (SIP) bagi dokter/dokter gigi, Surat Izin Praktik Apoteker &#xA0;(SIPA) bagi apoteker, dan surat izin praktik atau surat izin kerja bagi tenaga kesehatan lain</p><p>- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) usaha</p><p>- Perjanjian kerja sama dengan jejaring lainnya (jika diperlukan)</p><p>- Surat pernyataan kesediaan mematuhi ketentuan terkait dengan Jaminan &#xA0;Kesehatan Nasional</p><p>- Sertifikat akreditasi</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[6 Cara Ampuh Meningkatkan Pendapatan Rumah Sakit]]></title><description><![CDATA[<p>Dalam menjalankan suatu usaha, pengelolaan keuangan menjadi hal yang harus dipikirkan dengan matang agar perusahaan dapat terus bertahan. Pengelolaan keuangan tersebut termasuk menjaga alur pendapatan tetap menguntungkan bagi perusahaan.</p><p>Hal yang sama juga berlaku untuk rumah sakit yang merupakan usaha vital yang selalu dibutuhkan masyarakat. Alur pendapatan rumah sakit harus</p>]]></description><link>https://blog.sabbi.id/6-cara-ampuh-meningkatkan-pendapatan-rumah-sakit/</link><guid isPermaLink="false">63b2450b4c92660453c3d5a8</guid><dc:creator><![CDATA[Budi]]></dc:creator><pubDate>Mon, 02 Jan 2023 02:50:33 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.sabbi.id/content/images/2023/01/hospiphoto-1517120026326-d87759a7b63b.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.sabbi.id/content/images/2023/01/hospiphoto-1517120026326-d87759a7b63b.jpg" alt="6 Cara Ampuh Meningkatkan Pendapatan Rumah Sakit"><p>Dalam menjalankan suatu usaha, pengelolaan keuangan menjadi hal yang harus dipikirkan dengan matang agar perusahaan dapat terus bertahan. Pengelolaan keuangan tersebut termasuk menjaga alur pendapatan tetap menguntungkan bagi perusahaan.</p><p>Hal yang sama juga berlaku untuk rumah sakit yang merupakan usaha vital yang selalu dibutuhkan masyarakat. Alur pendapatan rumah sakit harus dipertahankan supaya tidak merugi.</p><p>Nah, jika Anda sedang kesulitan menjaga pendapatan bisnis rumah sakit tetap menguntungkan, kami sudah menyiapkan 6 solusi ampuh untuk meningkatkan pendapatan rumah sakit. Yuk, simak artikel ini selengkapnya!</p><p><strong> 1. Efesiensi Sumber Daya</strong></p><p>Cara pertama untuk meningkatkan pendapatan rumah sakit adalah menjalankan manajemen rumah sakit seefisien mungkin. Artinya, pastikan jumlah staf atau pekerja rumah sakit sudah tepat, tidak berlebihan atau tidak kurang.</p><p>Hal ini penting diperhatikan karena biaya kepegawaian umumnya merupakan pengeluaran terbesar rumah sakit. Dengan efisiensi sumber daya, biaya tersebut dapat ditekan dan pendapatan dapat ditingkatkan tanpa mengganggu performa pelayanan rumah sakit.</p><p><strong>2. </strong><strong>Bermitra dengan bisnis lain</strong></p><p>Memilih vendor <em>supplier</em> obat ataupun alat kesehatan yang tepat juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan rumah sakit. Dengan sistem kontrak yang menguntungkan kedua belah pihak, rumah sakit dapat memperoleh harga yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan.</p><p><strong> </strong><strong>3. </strong><strong>Mengurangi pengujian yang tidak perlu</strong></p><p>Rumah sakit perlu bekerja sama dengan para dokter untuk meminimalisir biaya operasional rumah sakit. Pengujian yang tidak perlu banyak memakan biaya operasional rumah sakit. Untuk itu, rumah sakit perlu membuat kesepakatan dengan para dokter untuk mengurangi pengujian yang tidak dibutuhkan.</p><p><strong> </strong><strong>4. </strong><strong>Meningkatkan kualitas pelayanan</strong></p><p>Sebagai penyedia fasilitas kesehatan, penting bagi rumah sakit untuk selalu menjaga pelayanan yang diberikan. Pelayanan tersebut terdiri dari berbagai aspek. Mulai dari saat pasien datang, berkonsultasi, berobat, hingga meninggalkan rumah sakit, pelayanan yang diberikan harus maksimal.</p><p>Apabila pasien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, itu akan menjadi dampak positif bagi rumah sakit karena peluang untuk mendapatkan konsumen tetap meningkat.</p><p><strong> </strong><strong>5. </strong><strong>Menambah dokter spesialis</strong></p><p>Cara lainnya untuk meningkatkan volume kunjungan pasien dan pendapatan rumah sakit adalah dengan menambah dokter spesialis yang dibutuhkan oleh pasien. Semakin banyak dokter spesialis yang melakukan praktek di rumah sakit, akan menarik semakin banyak pasien untuk berobat ke rumah sakit tersebut.</p><p><strong> </strong><strong>6. </strong><strong>Beralih ke </strong><strong>t</strong><strong>elemedis</strong></p><p>Di masa yang serba digital ini, telemedis sangat berguna dan dibutuhkan masyarakat untuk mengurangi mobilitas datang ke rumah sakit. Terlebih setelah pandemi COVID-19 masih ada masyarakat yang merasa takut untuk mengunjungi rumah sakit dengan intensitasyang sering.</p><p>Menghadirkan telemedis sebagai sarana pelayanan dapat meningkatkan antusiasme masyarakat menggunakan jasa rumah sakit Anda karena menjawab kebutuhan mereka. Semakin banyak penggunanya, makin banyak juga pendapatan yang didapat.</p><p>Nah, untuk menghadirkan telemedis yang berkualitas, Anda bisa mempercayakan hal tersebut kepada SABBI. Kami siap membantu Anda meningkatkan pelayanan dan kepuasan pasien rumah sakit Anda dengan berbagai teknologi termutakhir. <strong><u>Klik di sini</u></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p><p>Itu tadi adalah beberapa cara ampuh yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dari rumah sakit. Pihak manajemen rumah sakit harus tahu setiap detail perusahaan dan harus mampu mengelola, meningkatkan, dan membenahi setiap sektor yang dapat menghasilkan keuntungan terbesar maupun terkecil. Dengan begitu pendapatan rumah sakit akan tetap terjaga dan dapat terus meningkat dengan pasti.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Alur Pengadaan Obat yang Tepat untuk Bisnis Rumah Sakit atau Apotek Anda!]]></title><description><![CDATA[<p>Dalam setiap bisnis penyedia layanan kesehatan, ketersediaan obat merupakan bagian paling penting. Terutama dalam bisnis apotek, Anda harus selalu memastikan setiap obat memiliki ketersediaan yang cukup untuk masyarakat.</p><p>Untuk memastikan ketersediaan obat tersebut, maka diperlukan suatu sistem manajemen yang baik dalam mengelola ketersediaan obat agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.</p><p>Nah,</p>]]></description><link>https://blog.sabbi.id/alur-pengadaan-obat-yang-tepat-untuk-bisnis-rumah-sakit-atau-apotek-anda/</link><guid isPermaLink="false">63b237154c92660453c3d568</guid><dc:creator><![CDATA[Budi]]></dc:creator><pubDate>Mon, 02 Jan 2023 01:59:28 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.sabbi.id/content/images/2023/01/apotphoto-1640633727321-f9011414ae60.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.sabbi.id/content/images/2023/01/apotphoto-1640633727321-f9011414ae60.jpg" alt="Alur Pengadaan Obat yang Tepat untuk Bisnis Rumah Sakit atau Apotek Anda!"><p>Dalam setiap bisnis penyedia layanan kesehatan, ketersediaan obat merupakan bagian paling penting. Terutama dalam bisnis apotek, Anda harus selalu memastikan setiap obat memiliki ketersediaan yang cukup untuk masyarakat.</p><p>Untuk memastikan ketersediaan obat tersebut, maka diperlukan suatu sistem manajemen yang baik dalam mengelola ketersediaan obat agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.</p><p>Nah, agar dapat mengorganisir ketersediaan obat dengan baik, Anda perlu tahu terlebih dahulu tentang alur pengadaan obat di rumah sakit atau apotek Anda. Baca artikel ini selengkapnya, ya!</p><p><strong> 1. Perencanaan Obat</strong></p><p>Perencanaan obat merupakan proses kegiatan seleksi obat dan bahan medis sekali pakai sesuai dengan jenis dan jumlah yang dibutuhkan. Proses seleksi tersebut mempertimbangkan pola penyakit, pola konsumsi obat sebelumnya, dan proyeksi kebutuhan masyarakat.</p><p><strong>2</strong>. <strong>Pengadaan </strong><strong>Obat</strong></p><p>Pengadaan obat perlu dilakukan secara efektif dan efisien sehingga dapat memastikanketersediaan jenis dan jumlah obat sesuai dengan kebutuhan masyarakat (tidak kurang atau tidak lebih).</p><p>Pengadaan dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu pembelanjaan tahunan, terencana, atau harian. Prinsip dari pengadaan obat sendiri adalah pengadaan obat generik, pembatasan daftar obat, pembelian dalam jumlah banyak, pembatasan distributor dan monitoring.</p><p><strong>3. Penerimaan</strong></p><p>Penerimaan merupakan proses memastikan barang yang datang sesuai dengan &#xA0;barang yang sudah dipesan. Aspek yang perlu di cek saat penerimaan obat adalah kesesuaian jenis obat, jumlah, mutu, spesifikasi dan waktu penyerahan.</p><p><strong> 4. Penyimpanan Obat</strong></p><p>Penyimpanan obat harus dilakukan dengan cara yang benar. Hal itu karena obat merupakan produk yang memiliki kaitannya langsung dengan kesehatan manusia.</p><p>Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyimpan persediaan obat seperti berikut ini.</p><p>&#x25CF; Obat harus disimpan dalam wadah asli dari pabriknya. Apabila dilakukan pemindahan, obat perlu dijaga agar selalu tetap steril. Penamaan wadah sekurang-kurangnya memuat nama obat, nomor batch, dan tanggal kadaluarsa.</p><p>&#x25CF; Simpan obat pada suhu ruang yang sesuai agar tetap terjamin kualitasnya</p><p>&#x25CF; Mekaniskme pengeluaran obat diatur dengan sistem FEFO <em>(First Expired First Out) </em>dan FIFO <em>(First In First Out).</em></p><p>&#x25CF; Obat disusun berdasarkan bentuk obat, kelas dan ditata secara alfabet.</p><p>&#x25CF; Tempat penyimpanan dilarang disatukan dengan barang lain agar menjaga ruangan tetap steril.</p><p><strong> 5. Pemusnahan Obat</strong></p><p>Jika ada obat yang kadaluarsa, pemusnahan obat harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Misalnya, pemusnahan obat psikotropika harus dilakukan oleh apoteker dan disaksikan oleh dinas kabupaten atau kota. Sementara itu, obat non-psikotropika dimusnahkan oleh apoteker dan disaksikan oleh tenaga kefarmasian.</p><p><strong> 6. Pengendalian Obat</strong></p><p>Pengendalian obat bertujuan untuk mengorganisir jumlah persediaan stok obat sesuai dengan pelayanan agar tidak terjadi kekosongan ataupun kelebihan stok. Pengendalian terdiri dari nama obat, tanggal kadaluarsa, jumlah pemasukan, jumlah pengeluaran, dan sisa persediaan.</p><p><strong> 7. Pencatatan dan Pelaporan</strong></p><p>Pencatatan dibuat agar data-data obat keluar dan masuk dapat diketahui. Sementara itu, pelaporan dibedakan menjadi2 jenis, yaitu pelaporan internal dan pelaporan eksternal.</p><p>Pelaporan internal adalah pelaporan manajemen apotek, biasanya berupa laporan keuangan, barang dan lainnya. Pelaporan eksternal adalah pelaporan pada pihak berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.</p><p>Demikianlah penjelasan tentang alur pengadaan obat yang harus Anda ketahui dalam menjalankan bisnis kesehatan seperti rumah sakit atau apotek. Agar tidak terjadi kekosongan atau kelebihan stok obat, selalu pastikan manajemen pengadaan obat berjalan dengan baik, ya!</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Ingin Mendirikan Bisnis Apotek? Simak 7 Tips Sukses Ini!]]></title><description><![CDATA[<p>Saat ini, banyak sekali masyarakat tertarik membangun bisnis karena tergiur dengan potensi untung besar yang bisa didapat. Ada banyak bidang yang bisa Anda tekuni dalam berbisnis. Mulai dari bisnis kuliner, kecantikan, pariwisata, kesehatan, dan masih banyak lagi.</p><p>Salah satu sektor bisnis yang sangat berkembang saat ini adalah kesehatan. Dalam bisnis</p>]]></description><link>https://blog.sabbi.id/ingin-mendirikan-bisnis-apotek-simak-7-tips-sukses-ini/</link><guid isPermaLink="false">63b2363e4c92660453c3d552</guid><dc:creator><![CDATA[Budi]]></dc:creator><pubDate>Mon, 02 Jan 2023 01:43:26 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.sabbi.id/content/images/2023/01/apotek.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.sabbi.id/content/images/2023/01/apotek.jpg" alt="Ingin Mendirikan Bisnis Apotek? Simak 7 Tips Sukses Ini!"><p>Saat ini, banyak sekali masyarakat tertarik membangun bisnis karena tergiur dengan potensi untung besar yang bisa didapat. Ada banyak bidang yang bisa Anda tekuni dalam berbisnis. Mulai dari bisnis kuliner, kecantikan, pariwisata, kesehatan, dan masih banyak lagi.</p><p>Salah satu sektor bisnis yang sangat berkembang saat ini adalah kesehatan. Dalam bisnis kesehatan, Anda dapat membangun klinik, laboratorium, atau apotek.</p><p>Bisnis apotek dinilai memiliki prospek yang menjanjikan meskipun modal yang dibutuhkan cukup besar. Apotek menyediakan berbagai produk atau peralatan kesehatan yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti vitamin, obat, masker, susu, dan sebagainya. Selain itu, beberapa apotek juga melayani tes kesehatan yang bermanfaat, seperti cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan tes kesehatan lainnya.</p><p>Kalau Anda tertarik membangun bisnis apotek, sebaiknya perhatikan beberapa hal ini terlebih dulu! Berikut adalah beberapa tips mendirikan apotek.</p><p>&#x25CF; <strong>Menentukan Lokasi yang Strategis dan Perizinan Usaha</strong></p><p>Pertama, Anda harus membangun apotek di lokasi yang strategis dan tidak boleh asal pilih. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti harga tanah/sewa bangunan, kemudahan akses menuju tempat tersebut, potensi kompetitor di sekitar lokasi, dan sebagainya. Sebaiknya pilih lokasi yang ramai pemukiman penduduk dan masih jarang keberadaan apotek untuk meminimalisir persaingan.</p><p>Setelah memilih lokasi yang strategis, Anda bisa mengurus proses perizinan. Perizinan penting karena selain memberikan legalitas apotek, hal ini juga dapat menjamin kepercayaan terhadap konsumen.</p><p>&#x25CF; <strong>Merancang Startegi Bisnis</strong></p><p>Sebelum memulai suatu usaha, menyusun strategi bisnis diperlukan agar bisnis dapat berjalan dengan lancar kedepannya. Analisis strategi bisnis dapat dilakukan dengan memperhitungkan pengeluaran, pemasukan, target bulanan sampai tahunan, strategi pemasaran, serta mitra yang akan menjalin kerja sama.</p><p>&#x25CF; <strong>Persiapkan Modal</strong></p><p>Setelah menentukan lokasi dan menentukan strategi bisnis, Anda bisa menentukan jumlah modal yang dibutuhkan dalam mendirikan apotek. Modal dapat diperoleh dari pinjaman, investor, ataupun dana pribadi.</p><p>&#x25CF; <strong>Melengkapi Sarana dan Prasarana</strong></p><p>Selain bangunan apotek, Anda perlu melengkapi sarana dan prasarana lainnya yang memadai. Sebagai contoh, buatlah ruang tunggu yang nyaman dan ramah bagi konsumen terutama anak kecil dan lansia. Sediakan juga alat pengukur tinggi badan dan berat badan yang akurat.</p><p>Fasilitas-fasilitas tersebut tentunya dapat menambah daya tarik dan meningkatkan kenyamanan konsumen.</p><p>&#x25CF; <strong>Merekrut SDM terbaik</strong></p><p>Dalam mendirikan bisnis apotek, Anda diwajibkan memiliki satu apoteker yang bertanggung jawab untuk apotek tersebut. Apabila pendiri apotek bukan seorang apoteker, maka perlu merekrut apoteker tersendiri.</p><p>Pilihlah juga karyawan yang memiliki <em>product knowledge </em>yang baik mengenai obat-obatan dan juga memiliki jiwa pelayanan yang baik mengingat bisnis apotek sifatnya berhubungan langsung dengan konsumen.</p><p>&#x25CF; <strong>Menentukan Agen, Distributor, Supplier Obat yang Sesuai</strong></p><p>Pilihlah agen, distributor, dan supplier obat yang sesuai dengan kebutuhan dan modal yang dimiliki. Perhatikan juga jarak pemasok dari lokasi apotek yang tidak terlalu jauh untuk menghemat ongkos pengiriman.</p><p>&#x25CF; <strong>Pemasaran</strong></p><p>Terakhir, Anda bisa menerapkan pemasaran yang optimal dan berkelanjutan. Aplikasikan strategi bisnis yang sudah dirancang, perbanyak kegiatan promosi ketika apotek baru dibuka agar diketahui banyak masayarakat. Lakukan pelayanan dengan optimal maka dengan begitu konsumen pun dapat merasa puas sehingga meningkatkan potensi untuk berkunjung kembali.</p><p>Nah, itulah beberapa tips yang dapat Anda lakukan dalam medirikan apotek. Sebuah usaha pasti mengalami pasang-surutnya, maka dari itu perlu diingat untuk melakukan evaluasi secara berkelanjutan agar bisnis tersebut dapat tetap berdiri dan berjalan dengan baik.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[6 Cara untuk Tingkatkan Keselamatan Kerja di Laboratorium]]></title><description><![CDATA[<p>Keselamatan kerja merupakan suatu upaya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat sehingga dapat mengurangi kemungkinan kecelakaan kerja yang dapat mempengaruhi penurunan produktivitas kerja.</p><p>Keselamatan kerja sebaiknya diterapkan di setiap lini pekerjaan, terutama pekerjaan yang berhubungan langsung dengan berbagai zat-zat kimia seperti di laboratorium.</p><p>Sebagai salah satu tempat yang</p>]]></description><link>https://blog.sabbi.id/6-cara-untuk-tingkatkan-keselamatan-kerja-di-laboratorium/</link><guid isPermaLink="false">63aea3544c92660453c3d533</guid><dc:creator><![CDATA[Budi]]></dc:creator><pubDate>Fri, 30 Dec 2022 08:41:42 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.sabbi.id/content/images/2022/12/6.png" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.sabbi.id/content/images/2022/12/6.png" alt="6 Cara untuk Tingkatkan Keselamatan Kerja di Laboratorium"><p>Keselamatan kerja merupakan suatu upaya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat sehingga dapat mengurangi kemungkinan kecelakaan kerja yang dapat mempengaruhi penurunan produktivitas kerja.</p><p>Keselamatan kerja sebaiknya diterapkan di setiap lini pekerjaan, terutama pekerjaan yang berhubungan langsung dengan berbagai zat-zat kimia seperti di laboratorium.</p><p>Sebagai salah satu tempat yang sangat steril dan banyak peralatan serta zat-zat kimia, laboratorium memiliki berbagai aturan tersendiri yang harus dipatuhi untuk mencegah adanya kecelakaan kerja.</p><p>Oleh karena itu, sebelum bekerja di laboratorium, penting bagi kita untuk memahami berbagai aturan ketat laboratorium. Jika kita ceroboh dan sembarangan menggunakan alat atau zat-zat kimia, kita berisiko tinggi mengalami kecelakaan kerja.</p><p>Nah, apakah kamu sudah tahu apa saja aturan yang harus dipatuhi di dalam sebuah laboratorium? Kalau belum, simak artikel ini selengkapnya, ya!</p><p>Berikut ini adalah tips-tips yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan keselamatan kerja di laboratorium.</p><p>&#x25CF; <strong>Menggunakan APD (alat perlindungan diri) yang sesuai,</strong> seperti jas lab, masker, kacamata pelindung, dan sarung tangan. Perlengkapan ini tentunya dapat melindungi tubuh dari berbagai bahan kimia yang berpotensi membahayakan diri Anda.</p><p>&#x25CF; <strong>Menjauhkan wajah saat memanaskan atau membaui suatu zat kimia, </strong>agar wajah tidak terkena uap dari zat kimia tersebut</p><p>Jika Anda ingin mencium aroma suatu zat, hindari menghirup langsung dan selalu gunakan masker agar terhindar dari zat-zat berbahaya. Cukup kibas-kibaskan tangan ke mulut tabung tanpa perlu mendekatkan wajah.</p><p>&#x25CF; <strong>Jangan membawa makanan atau minuman dari luar.</strong> Dikhawatirkan hal tersebut dapat menyebabkan kontaminasi, baik kontaminasi dari zat kimia ke makanan, atau sebaliknya.</p><p>&#x25CF; <strong>Mencuci dan membersihkan alat praktikum setelah dipakai.</strong> Jangan lupa juga untuk mencuci tangan sebelum dan setelah bekerja di laboratorium dengan sabun.</p><p>&#x25CF; &#xA0;<strong>Selalu menggunakan peralatan yang sesuai saat ingin mengambil bahan kimia,</strong> seperti sendok, pinset, atau pipet agar terhindar dari risiko terluka akibat zat-zat kimia berbahaya.</p><p>&#x25CF; <strong>Hafalkan dan pahami simbol keselamatan kerja di laboratorium, </strong>agar dapat menentukan tindakan yang tepat terhadap suatu bahan kimia. Misalnya, simbol <em>explosive </em>menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut mudah meledak.</p><p>Sementara itu, jika terdapat simbol <em>corrosive</em> pada suatu bahan kimia, bahan tersebut bersifat korosif atau dapat merusak jaringan hidup karena memiliki tingkat asam atau basa yang sangat kuat.</p><p>Namun, meskipun sudah menaati semua peraturan laboratorium sebaik mungkin, terkadang tetap saja ada hal-hal di luar kendali yang bisa terjadi kapan saja.</p><p>Oleh karena itu, Anda juga perlu memahami berbagai macam langkah pertolongan pertama terhadap kecelakaan kerja yang terjadi di laboratorium.</p><p>&#x25CF; <strong>Luka bakar</strong></p><p>Jika seseorang mendapat luka bakar, langkah yang tepat untuk mengatasi hal tersebut adalah mengoleskan salep atau mengompres luka bakar dengan air biasa.</p><p>Setelah pertolongan pertama selesai dilakukan, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.</p><p>&#x25CF; <strong>Mata terkena percikan zat kimia</strong></p><p>Jika mata tidak sengaja terkena percikan zat kimia, segera basuh dengan air bersih yang mengalir. Namun, apabila mata masih terasa perih, segera bawa ke dokter.</p><p>&#x25CF; <strong>Terlalu banyak menghirup zat kimia berbahaya</strong></p><p>Pertolongan pertama yang tepat jika terlalu banyak menghirup zat kimia berbahaya adalah keluar dari laboratorium dan menghirup udara segar sebanyak mungkin.</p><p>Jika terasa semakin sulit bernapas, segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut.</p><p>Melihat begitu besarnya risiko kecelakaan kerja di laboratorium, maka sangat penting bagi kita untuk menaati setiap peraturan di laboratorium. Hal ini tentunya bertujuan agar risiko kecelakaan kerja bisa semakin berkurang.</p><p>Selain itu, penting juga bagi laboratorium untuk selalu menyediakan kotak P3K untuk berjaga-jaga apabila hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Ini 4 Kesalahan yang Sering Terjadi 
dalam Membuat Laporan Keuangan Rumah Sakit!]]></title><description><![CDATA[<p>Dalam menjalankan suatu bisnis diperlukan pembukuan atau laporan keuangan yang baik agar proses bisnis dapat tetap terawasi. Pengelolaan rumah sakit pun juga tidak lepas dari pembukuan atau akuntansi rumah sakit.</p><p>Dalam pembukuan ini, akan terekam posisi keuangan dan hasil operasi dari rumah sakit dalam bentuk data statistik. Dari statistik tersebut,</p>]]></description><link>https://blog.sabbi.id/ini-4-kesalahan-yang-sering-terjadi-dalam-membuat-laporan-keuangan-rumah-sakit/</link><guid isPermaLink="false">63ae92dd4c92660453c3d515</guid><dc:creator><![CDATA[Budi]]></dc:creator><pubDate>Fri, 30 Dec 2022 07:33:10 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.sabbi.id/content/images/2022/12/kesalahan-1.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.sabbi.id/content/images/2022/12/kesalahan-1.jpg" alt="Ini 4 Kesalahan yang Sering Terjadi 
dalam Membuat Laporan Keuangan Rumah Sakit!"><p>Dalam menjalankan suatu bisnis diperlukan pembukuan atau laporan keuangan yang baik agar proses bisnis dapat tetap terawasi. Pengelolaan rumah sakit pun juga tidak lepas dari pembukuan atau akuntansi rumah sakit.</p><p>Dalam pembukuan ini, akan terekam posisi keuangan dan hasil operasi dari rumah sakit dalam bentuk data statistik. Dari statistik tersebut, Anda akan memeroleh berbagai informasi yang bisa digunakan untuk mengambil keputusan bisnis.</p><p>Begitu pentingnya pembukuan atau laporan keuangan terhadap perkembangan rumah sakit, nyatanya masih banyak rumah sakit yang tidak membuat pembukuan dengan baik. Masih ada banyak kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam proses penyusunan laporan keuangan.</p><p>Nah, dalam artikel ini, kami akan menjelaskan beberapa kesalahan umum yang sering ditemui dalam penyusunan laporan keuangan. Kira-kira apa saja, ya?</p><p><strong>Apa Itu Laporan Keuangan Rumah Sakit?</strong></p><p>Sama seperti laporan keuangan pada bisnis lainnya, laporan keuangan rumah sakit umumnya mencatat seluruh transaksi yang pernah terjadi dan dilaporkan dalam bentuk <strong>laporan laba rugi, laporan perubahan modal,</strong> maupun <strong>neraca</strong>.</p><p>Laporan tersebut akan dianalisis dan dievaluasi agar informasi mengenai keuangan rumah sakit dapat dipahami dengan mudah. Kemudian, hasilnya bisa digunakan untuk mengetahui perkembangan rumah sakit ataupun menjadi acuan dalam menentukan strategi untuk mencari keuntungan yang lebih tinggi.</p><p><strong>Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Penyusunan Laporan Keuangan Rumah Sakit</strong></p><p>Karena laporan keuangan adalah hal yang penting, maka perlu disusun sebaik mungkin. Namun, ada kalanya masih sering ditemui kesalahan-kesalahan dalam penyusunannya tersebut. Berikut berbagai kesalahan yang sering ditemui dalam penyusunan laporan keuangan.</p><p>&#x25CF; <strong>Kesalahan pencatatan akun</strong></p><p>Kesalahan yang dimaksud adalah adanya kekeliruan dalam penggolongan akun saat pencatatan transaksi. Contohnya adalah penjualan tunai yang tercatat sebagai penjualan kredit. Alhasil, nantinya akan ada perbedaan antara laporan dan kas yang dimiliki.</p><p>&#x25CF; <strong>Kesalahan penulisan desimal</strong></p><p>Meskipun terdengar ringan, kesalahan ini menimbulkan dampak yang besar. Sebagai contoh, biaya konsultasi dan obat seharusnya Rp1.000.000 malah tertulis Rp10.000.000. Hal ini akan menyebabkan laporan tidak lagi akurat dan harus melakukan pengecekan kembali.</p><p>&#x25CF; <strong>Tidak mencantumkan perhitungan pajak</strong></p><p>Kesalahan ini kerap ditemui karena rasa malas atau jumlah yang dibayarkan terlalu besar dan dirasa tidak sebanding dengan keuntungan yang didapatkan.</p><p>&#x25CF; <strong>Kehilangan bukti transaksi</strong></p><p>Seluruh transaksi yang tercatat harus disertai dengan bukti yang bisa berupa nota, invoice, atau kwitansi. Bukti ini akan menjadi kontrol transaksi terutama saat dilakukan audit internal. Tanpa bukti ini, laporan tersebut dapat dianggap tidak sah.</p><p><strong>Dampak Kesalahan Penyusunan Laporan Keuangan Rumah Sakit</strong></p><p>Kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam penyusunan laporan keuangan tentunya akan berdampak negatif pada rumah sakit. Berikut adalah beberapa contoh dampaknya.</p><p>&#x25CF; <strong>Tidak mengetahui untung dan rugi operasional rumah sakit</strong></p><p>Apabila laporan keungan tidak disusun dengan benar, maka informasi untung atau rugi yang didapatkan menjadi tidak akurat. Padahal informasi mengenai untung dan rugi tersebut dapat digunakan untuk menganalisis startegi operasional.</p><p>&#x25CF; <strong>Kerugian yang disebabkan karena penyelewengan dana</strong></p><p>Apabila laporan yang dibuat tidak sesuai dengan kas yang tersedia, kondisi keungan tidak dapat diketahui secara menyeluruh. Hal ini berisiko memicu penyelewengan dana oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.</p><p>&#x25CF; <strong>Rumah sakit sulit berkembang</strong></p><p>Dampak selanjutnya yang muncul akibat laporan tidak akurat adalah pengelola rumah sakit tidak dapat menyimpulkan keadaan keuangannya dalam posisi baik atau buruk.</p><p>Apabila hal ini diketahui, pengelola dapat mengambil tindakan agar rumah sakit tidak semakin rugi ketika kondisi keuangan memburuk. Sebaliknya, rumah sakit juga dapat mengalokasikan sebagian dananya untuk pengembangan apabila posisi keuangan sedang baik.</p><p>&#x25CF; <strong>Tidak mengetahui aset yang dimiliki</strong></p><p>Dalam usaha, aset digunakan untuk biaya operasional. Apabila laporan tidak disusun dengan baik, maka informasi mengenai aset yang dimiliki juga tidak ada. Padahal informasi tersebut dapat digunakan untuk mengoptimalkan perputaran uang ataupun investasi.</p><p>Jika diperhatikan dengan seksama, kesalahan-kesalahan dalam penyusunan laporan keuangan rumah sakit banyak disebabkan oleh kesalahan manusia atau human error. Kesalahan-kesalahan tersebut sebenarnya dapat dihindari agar tidak memberikan dampak negatif pada rumah sakit.</p><p>Salah satu solusi untuk mencegah berbagai kesalahan tersebut adalah dengan menggunakan teknologi sistem informasi dari SABBI. Kami menawarkan Modul Accounting yang bisa mencatat seluruh data transaksi secara otomatis dan real time.</p><p>Hal ini akan memudahkan Anda membuat laporan keuangan rumah sakit, mengurangi kesalahan akibat human error, dan menyimpan seluruh data dalam satu tempat. Temukan manfaat SABBI lainnya dan dapatkan penawaran menarik dengan <strong><u>klik tautan ini.</u></strong></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Cara Ampuh Mencegah Medical Error di Rumah Sakit]]></title><description><![CDATA[<p>Bekerja dalam bidang kesehatan memang penuh risiko. Hal ini dikarenakan petugas pelayanan kesehatan bertanggung jawab penuh terhadap segala tindakan medis yang harus dilakukan demi kesembuhan pasien.</p><p>Namun, sayangnya, tak jarang terjadi kesalahan medis (<em>medical error</em>) yang dapat mengancam nyawa pasien.</p><p><em>Medical error </em>ini bahkan menyebabkan lebih dari 250 ribu orang</p>]]></description><link>https://blog.sabbi.id/cara-ampuh-mencegah-medical-error-di-rumah-sakit/</link><guid isPermaLink="false">63ae838a4c92660453c3d50b</guid><dc:creator><![CDATA[Budi]]></dc:creator><pubDate>Fri, 30 Dec 2022 06:25:04 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.sabbi.id/content/images/2022/12/human-error.png" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.sabbi.id/content/images/2022/12/human-error.png" alt="Cara Ampuh Mencegah Medical Error di Rumah Sakit"><p>Bekerja dalam bidang kesehatan memang penuh risiko. Hal ini dikarenakan petugas pelayanan kesehatan bertanggung jawab penuh terhadap segala tindakan medis yang harus dilakukan demi kesembuhan pasien.</p><p>Namun, sayangnya, tak jarang terjadi kesalahan medis (<em>medical error</em>) yang dapat mengancam nyawa pasien.</p><p><em>Medical error </em>ini bahkan menyebabkan lebih dari 250 ribu orang di Amerika Serikat meninggal setiap tahun. Angka ini menjadikan <em>medical error</em> sebagai penyebab kematian terbanyak ketiga, di bawah penyakit jantung dan kanker.</p><p>Lalu, mengapa <em>medical error </em>masih sering terjadi? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!</p><p><strong>Penyebab Terjadinya <em>Medical Error </em>di Rumah Sakit</strong></p><p><em>Medical error </em>di rumah sakit sebenarnya dapat terjadi akibat beberapa faktor. Salah satu penyebab yang paling sering ditemukan adalah kesalahan pencatatan riwayat medis pasien.</p><p>Masalah ini memang terlihat sepele, tetapi sebenarnya, pencatatan riwayat medis yang tidak jelas dan tidak lengkap dapat mengubah keputusan medis yang diambil berikutnya. Akibatnya, hal ini dapat berakibat fatal bagi pasien.</p><p>Sebagai contoh, kesalahan pemberian resep obat bagi pasien sangat berisiko menyebabkan kesehatan pasien semakin memburuk. Pasien dapat mengalami komplikasi yang lebih parah, kerusakan organ dalam, kejang, bahkan kematian.</p><p>Mirisnya, kesalahan pencatatan rekam medis pasien diakibatkan oleh sistem pencatatan yang dilakukan secara manual. Di samping itu, petugas pelayanan rumah sakit juga rentan mengalami kelelahan dan kurang fokus sehingga kesalahan pencatatan riwayat medis pasien dapat terjadi.</p><p><strong>Digitalisasi sebagai Solusi Tepat untuk <em>Medical Error </em>di Rumah Sakit</strong></p><p>Melihat kenyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa proses pencatatan secara manual mengakibatkan tingginya potensi <em>medical error. </em>Oleh karena itu, kita memerlukan suatu solusi tepat yang dapat mencegah kesalahan pencatatan riwayat medis pasien terulang kembali.</p><p>Nah, salah satu solusi yang dapat mencegah terjadinya <em>medical error </em>di rumah sakit adalah <strong>digitalisasi sistem</strong>. Dengan berkembangnya teknologi, pencatatan riwayat medis pasien dapat dibuat secara digital di komputer atau perangkat lain.</p><p>Digitalisasi ini sangat membantu mengurangi kesalahan pencatatan riwayat medis pasien. Petugas rumah sakit bisa mendokumentasikan rekam medis pasien dengan lebih mudah. Jika terjadi kesalahan pencatatan, akan ada peringatan yang muncul. Oleh karenanya, petugas rumah sakit bisa langsung memperbaiki kesalahan rekam medis tersebut.</p><p>Sebagai salah satu penyedia layanan digitalisasi sistem informasi rumah sakit terbaik di Indonesia, SABBI berkomitmen untuk menciptakan inovasi-inovasi baru demi mencegah terjadinya <em>medical error</em>.</p><p>Salah satu inovasi tersebut adalah sistem Modul Healthcare dalam SABBI ERP (<em>Enterprise Resource Planning</em>). Modul Healthcare ini dapat membantu Anda mengelola data rumah sakit, jadwal janji temu pasien dan dokter, merekam pertemuan pasien, mencatat riwayat medis pasien dengan benar agar perawatan yang diberikan efektif dan berkualitas.</p><p>Dengan harga yang terjangkau, Anda sudah bisa mendapat berbagai kemudahan untuk proses administrasi rumah sakit Anda. Hal ini karena SABBI memang didesain khusus untuk mengoptimalkan proses administrasi digital dengan berbagai fitur pendukung yang memadai.</p><p>Oleh karena itu, segera <strong>hubungi kami </strong>untuk mendapat penjelasan mendalam tentang fitur-fitur SABBI!</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Digitalisasi Rumah Sakit : Mengapa Hal Itu Sangat Penting?]]></title><description><![CDATA[<p>Pada tahun 2020, pandemi COVID-19 yang membatasi ruang gerak masarakat menyebabkan banyak sekali aktivitas yang mulai beralih ke sistem online atau daring. Mulai dari sekolah, kantor, pertokoan, hingga rumah sakit menyediakan layanan online.</p><p>Namun, hal paling terasa dampaknya adalah rumah sakit. Begitu banyaknya pasien COVID-19 dan terbatasnya ruang rawat inap</p>]]></description><link>https://blog.sabbi.id/digitalisasi-rumah-sakit-mengapa-hal-itu-sangat-penting/</link><guid isPermaLink="false">63ae62f74c92660453c3d4f6</guid><dc:creator><![CDATA[Budi]]></dc:creator><pubDate>Fri, 30 Dec 2022 04:06:10 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.sabbi.id/content/images/2022/12/digital.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.sabbi.id/content/images/2022/12/digital.jpg" alt="Digitalisasi Rumah Sakit : Mengapa Hal Itu Sangat Penting?"><p>Pada tahun 2020, pandemi COVID-19 yang membatasi ruang gerak masarakat menyebabkan banyak sekali aktivitas yang mulai beralih ke sistem online atau daring. Mulai dari sekolah, kantor, pertokoan, hingga rumah sakit menyediakan layanan online.</p><p>Namun, hal paling terasa dampaknya adalah rumah sakit. Begitu banyaknya pasien COVID-19 dan terbatasnya ruang rawat inap di hampir semua rumah sakit, akhirnya banyak pasien menjalani rawat mandiri di rumah dengan pengawasan dokter secara online. Hal ini harus dilakukan untuk membatasi pergerakan masyarakat ke rumah sakit dan menekan angka penularan virus pada saat itu.</p><p>Belajar dari pengalaman tersebut, maka digitalisasi dalam rumah sakit penting untuk diwujudkan dan dioptimalkan agar dapat memenuhi kebutuhan semua pasien.</p><p><strong>Manfaat dan Pentingnya Digitalisasi dalam Rumah Sakit</strong></p><p>Digitalisasi mulai digalakkan pemerintah untuk diterapkan rumah sakit di seluruh Indonesia. Bahkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menargetkan semua rumah sakit harus sudah menerapkan sistem yang terintegrasi dengan teknologi sistem informasi di akhir 2023.</p><p>Digitalisasi ini dinilai memiliki banyak manfaat untuk rumah sakit. Sebagai contoh, pelayanan rumah sakit akan menjadi lebih efektif dan efisien bagi masyarakat. Digitalisasi akan mempermudah rumah sakit dalam mengelola data-data pasien dan mempermudah pasien dalam urusan administrasi.</p><p>Di samping itu, digitalisasi juga memiliki berbagai manfaat lainnya untuk rumah sakit dan pasien. Nah, di bawah ini adalah beberapa di antaranya.</p><p><strong>&#x25CF; Mempermudah masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan</strong></p><p>Manfaat pertama dari digitalisasi rumah sakit adalah masyarakat bisa memperoleh layanan kesehatan dengan sangat mudah. Masyarakat tidak perlu lagi ke rumah sakit untuk berkonsultasi pada dokter.</p><p>Saat ini sudah terdapat beberapa aplikasi telemedicine yang bisa membantu pasien memperoleh layanan kesehatan, diagnosa dan perawatan dokter secara online.</p><p><strong>&#x25CF; Mempermudah urusan administrasi</strong></p><p>Digitalisasi juga membantu rumah sakit membuat pendaftaran konsultasi online serta mengintegrasikan data-data pasien secara otomatis dan real time.</p><p>Alhasil, pasien tidak perlu lagi mengantri panjang di rumah sakit untuk melakukan pendaftaran konsultasi. Selain itu, dengan terintegrasinya data-data medis, pasien juga tidak perlu lagi mendaftar administrasi di rumah sakit pindahan atau rujukan.</p><p><strong>&#x25CF; Mencegah penularan virus</strong></p><p>Dengan kehadiran teknologi telemedicine, masyarakat tidak perlu selalu datang ke rumah sakit untuk berobat. Alhasil, intensitas masyarakat untuk berkunjung ke rumah sakit berkurang dan risiko kemungkinan terjadinya penularan penyakit juga menjadi semakin kecil.</p><p><strong>&#x25CF; Ketersediaan ruang rawat inap tetap terjaga</strong></p><p>Mudahnya masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan secara online dapat membantu mereka untuk melakukan perawatan sendiri di rumah dengan pemantauan dokter ahli.</p><p>Dengan begitu, ruang rawat inap di rumah sakit benar-benar diperuntukan bagi pasien yang memang benar-benar membutuhkan penanganan secara langsung. Hal ini juga meminimalkan terjadinya pasien rawat inap yang membludak atau terlalu penuh.</p><p>Kebijakan digitalisasi rumah sakit yang sudah ditetapkan pemerintah menimbulkan tantangan tersendiri bagi rumah sakit. Terlebih Indonesia memiliki kondisi geografis yang luas dan teknologi di tiap daerah belum merata.</p><p>Oleh karena itu, diperlukan adanya kemajuan teknologi di tiap daerah agar dapat menyelenggarakan digitalisasi rumah sakit. Rumah sakit juga perlu merekrut ahli IT atau bermitra dengan vendor tertentu untuk menjalankan sistem digitalisasi tersebut.</p><p>Nah, SABBI bisa membantu rumah sakit menghadapi tantangan tersebut. Kami menyediakan banyak pilihan digitalisasi dengan harga terjangkau. Anda bisa memilih dan menyesuaikan opsi digitalisasi SABBI dengan kebutuhan rumah sakit. Nantinya, kami akan terus memantau dan memastikan digitalisasi berjalan dengan baik. Tertarik? <strong><u>Hubungi kami sekarang</u></strong> untuk mendapat informasi lebih lanjut.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Telekonsultasi dan Telemedicine, Apa Perbedaannya?]]></title><description><![CDATA[<p>Perkembangan teknologi saat ini membawa banyak perubahan hidup dalam masyarakat. Salah satunya adalah perkembangan teknologi di bidang kesehatan.</p><p>Apalagi, perkembangan teknologi tersebut tidak hanya merambah pada alat-alat kesehatan saja, tetapi juga pada pelayanan kesehatan itu sendiri. Misalnya seperti telemedicine dan telekonsultasi.</p><p>Sejak pandemi Covid-19, dua layanan tersebut banyak diminati oleh</p>]]></description><link>https://blog.sabbi.id/telekonsultasi-dan-telemedicine-apa-perbedaannya/</link><guid isPermaLink="false">63ae603f4c92660453c3d4ec</guid><dc:creator><![CDATA[Budi]]></dc:creator><pubDate>Fri, 30 Dec 2022 04:00:54 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.sabbi.id/content/images/2022/12/pr.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.sabbi.id/content/images/2022/12/pr.jpg" alt="Telekonsultasi dan Telemedicine, Apa Perbedaannya?"><p>Perkembangan teknologi saat ini membawa banyak perubahan hidup dalam masyarakat. Salah satunya adalah perkembangan teknologi di bidang kesehatan.</p><p>Apalagi, perkembangan teknologi tersebut tidak hanya merambah pada alat-alat kesehatan saja, tetapi juga pada pelayanan kesehatan itu sendiri. Misalnya seperti telemedicine dan telekonsultasi.</p><p>Sejak pandemi Covid-19, dua layanan tersebut banyak diminati oleh masyarakat. Masyarakat bisa mendapat informasi kesehatan dengan lebih mudah, tanpa perlu datang langsung ke rumah sakit.</p><p>Namun, sayangnya, masyarakat masih sering keliru membedakan telemedicine dengan telekonsultasi. Nah, artikel ini akan membahas secara lengkap apa saja perbedaan telemedicine dengan telekonsultasi. Yuk, simak artikel ini!</p><p><strong>Apa itu telekonsultasi atau konsultasi kesehatan online?</strong></p><p>Telekonsultasi, dapat disebut juga dengan konsultasi kesehatan online atau jarak jauh, merupakan interaksi antara dokter dan pasien yang bertujuan untuk memberikan saran diagnostik melalui saranan elektronik.</p><p>Serupa dengan pengertian tersebut, peraturan Kementerian Kesehatan tahun 20019 No. 20 menyebutkan bahwa telekonsultasi adalah bentuk pelayanan konsultasi kesehatan yang dilakukan dari jarak jauh. Telekonsultasi ini dapat dilaksanakan secara tertulis, suara, maupun dengan video.</p><p>Awalnya, telekonsultasi dikembangkan untuk menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di tempat-tempat terpencil dengan sumber daya kesehatan terbatas.</p><p>Namun, saat ini, telekonsultasi juga dikembangkan untuk membantu pasien di daerah perkotaan yang tidak perlu ke unit gawat darurat (UGD) untuk mendapatkan pertimbangan atau diagnosis medis.</p><p>Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa telekonsultasi mirip seperti konsultasi kesehatan dengan dokter secara tatap muka. Meskipun dilakukan secara jarak jauh, setiap pasien tetap wajib memberikan riwayat rekam medis secara lengkap kepada dokter agar bisa mendapat diagnosis yang tepat dan akurat.</p><p><strong>Mengenal pengertian telemedicine</strong></p><p>Telemedicine merupakan teknologi kesehatan yang dapat memudahkan pasien menjangkau pelayanan kesehatan. Berbeda dengan telekomunikasi, layanan telemedicine lebih luas dan lengkap.</p><p>Layanan telemedicine ini mencakup pertukaran informasi diagnosis, pemberian obat, penelitian, evaluasi penyakit, hingga menyediakan pelatihan berkelanjutan untuk pihak penyedia layanan kesehatan.</p><p><strong>Perbedaan telekonsultasi dan telemedicine</strong></p><p>Berdasarkan penjelasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara telekonsultasi dan telemedicine terletak pada cakupan layanan yang disediakan.</p><p>Telekonsultasi fokus pada layanan konsultasi kesehatan online dan pemberian diagnosis kepada pasien yang membutuhkan. Dengan telekonsultasi, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter secara virtual dan lebih fleksibel dalam menentukan tempat dan waktu.</p><p>Sementara itu, telemedicine merupakan layanan kesehatan secara keseluruhan dan tidak hanya fokus pada layanan konsultasi online saja. Layanan ini mencakup tebus obat secara online, reservasi, dan sebagainya.</p><p>Dengan demikian, dapat dipahami bahwa telekonsultasi termasuk bagian dari telemedicine yang memiliki cakupan lebih sempit. Namun, meskipun dilakukan secara online, pasien tetap harus melakukan pendaftaran sebelum melakukan telekonsultasi.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Antrean Panjang di Rumah Sakit: Dampak, Penyebab, dan Solusi]]></title><description><![CDATA[<p>Anda tentunya pernah mengalami antrean panjang di rumah sakit. Hal ini sangat melelahkan bukan? Banyak waktu terbuang hanya karena antrean panjang. Nah, kira-kira, apa saja penyebab dari antrean panjang tersebut?</p><p>Oiya, sebelum membahas faktor-faktor penyebab dari antrean panjang rumah sakit, ada baiknya jika Anda mengetahui dampak-dampak yang timbul dari antrean</p>]]></description><link>https://blog.sabbi.id/antrean-panjang-di-rumah-sakit-dampak-penyebab-dan-solusi/</link><guid isPermaLink="false">63ae49c44c92660453c3d4d7</guid><dc:creator><![CDATA[Budi]]></dc:creator><pubDate>Fri, 30 Dec 2022 02:21:36 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.sabbi.id/content/images/2022/12/antri.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.sabbi.id/content/images/2022/12/antri.jpg" alt="Antrean Panjang di Rumah Sakit: Dampak, Penyebab, dan Solusi"><p>Anda tentunya pernah mengalami antrean panjang di rumah sakit. Hal ini sangat melelahkan bukan? Banyak waktu terbuang hanya karena antrean panjang. Nah, kira-kira, apa saja penyebab dari antrean panjang tersebut?</p><p>Oiya, sebelum membahas faktor-faktor penyebab dari antrean panjang rumah sakit, ada baiknya jika Anda mengetahui dampak-dampak yang timbul dari antrean panjang terlebih dulu.</p><p><strong>Dampak Antrean Panjang Rumah Sakit</strong></p><p>Antrean panjang yang terjadi di rumah sakit tentu menyebabkan beberapa dampak sebagai berikut.</p><p><strong>&#x25CF;</strong> <strong>Pasien menjadi tidak nyaman</strong></p><p>Saat mengantre di rumah sakit, tidak jarang antrean tersebut bisa memakan waktu puluhan menit hingga hitungan jam. Lamanya menunggu membuat pasien menjadi tidak nyaman. Padahal pasien yang kurang sehat ingin dilayani lebih cepat agar bisa segera pulang untuk beristirahat di rumah.</p><p><strong>&#x25CF;</strong> <strong>Potensi penularan penyakit</strong></p><p>Saat mengantre, pasien akan satu ruangan dan berdekatan dengan pasien lain dalam waktu yang cukup lama. Hal itu dapat meningkatkan potensi penularan penyakit antar pasien atau bahkan wali pasien yang sebelumnya tidak mempunyai keluhan.</p><p><strong>Faktor-Faktor Penyebab Antrean Panjang di Rumah Sakit</strong></p><p>Untuk mengatasi antrean panjang di rumah sakit, sebelumnya harus diketahui dulu faktor-faktor penyebabnya seperti berikut ini.</p><p><strong>&#x25CF;</strong> <strong>Proses administrasi tidak efisien</strong></p><p>Faktor pertama yang menyebabkan antrean panjang di rumah sakit adalah kurangnya efisiensi dalam hal administrasi. Mulai dari antrian registrasi, pemeriksaan, hingga pembayaran. Banyaknya tahapan yang harus pasien tempuh tersebut dapat menimbulkan antrean panjang.</p><p><strong>&#x25CF;</strong> <strong>Jumlah pasien yang sangat banyak</strong></p><p>Lonjakan pasien yang tak terduga juga dapat menjadi penyebab antrean panjang di rumah sakit. Biasanya, lonjakan pasien ini dapat terjadi saat musim pancaroba, di mana imun tubuh seseorang berkurang sehingga menyebabkan mereka mudah terserang penyakit.</p><p>Hal ini tentunya mengakibatkan peningkatan jumlah pasien yang berkunjung ke rumah sakit untuk mengecek kesehatannya. Jika hal ini tidak ditangani dengan baik, akan terjadi antrean yang panjang.</p><p><strong>Apa Solusi untuk Mengatasi Antrean Panjang Di Rumah Sakit?</strong></p><p>Solusi tepat untuk mengatasi antrean panjang di rumah sakit adalah digitalisasi pelayanan. Dengan menerapkan integrasi teknologi sistem informasi dengan layanan rumah sakit, konektivitas dan akses masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan menjadi semakin mudah.</p><p>Digitalisasi rumah sakit dapat merampingkan sistem administrasi yang selama ini menjadi penyebab utama antrean panjang di rumah sakit. Sebagai contoh, registrasi dan proses pembayaran dapat dilakukan secara online sehingga pasien tidak perlu datang ke rumah sakit untuk menyelesaikan proses administrasi tersebut.</p><p>Selain itu, teknologi sistem informasi juga memungkinkan pasien untuk melihat nomor antrean yang sedang berjalan secara real time. Oleh karena itu, pasien bisa datang ke rumah sakit ketika nomor antrean mereka sudah dekat. Alhasil, mereka tidak perlu lagi mengantre dan menunggu terlalu lama untuk mendapat pelayanan rumah sakit.</p><p>Digitalisasi rumah sakit tidak dapat terjadi secara instan. Perlu ada perencanaan dan persiapan yang matang agar integrasi teknologi ini dapat terselenggara dengan baik. Nah, SABBI menjadi salah satu pelopor integrasi sistem informasi dengan pelayanan rumah sakit.</p><p>Kami menyediakan berbagai layanan yang bisa disesuaikan dengan rumah sakit Anda. Sebagai contoh, kami menyediakan layanan WhatsApp API untuk layanan registrasi online dan pengiriman invoice atau billing. Layanan ini tentunya dapat mempermudah dan membuat proses administrasi rumah sakit Anda lebih efektif dan disukai pasien. <strong><u>Hubungi kami </u></strong>sekarang untuk informasi selengkapnya.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[3 Kendala Penerapan Smart Hospital di Indonesia]]></title><description><![CDATA[<p>Sejak pandemi Covid-19, penggunaan dan integrasi teknologi di rumah sakit dinilai semakin penting. Terlebih, pada pertengahan 2021, Indonesia mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang mengakibatkan krisis tenaga medis dan fasilitas kesehatan. Kala itu, banyak rumah sakit atau klinik tak mampu menampung tingginya permintaan perawatan pasien.</p><p>Berkaca dari pengalaman tersebut, maka sangat</p>]]></description><link>https://blog.sabbi.id/3-kendala-penerapan-smart-hospital-di-indonesia/</link><guid isPermaLink="false">63ad54ff4c92660453c3d461</guid><dc:creator><![CDATA[Budi]]></dc:creator><pubDate>Thu, 29 Dec 2022 09:14:10 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.sabbi.id/content/images/2022/12/photo-15smart.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.sabbi.id/content/images/2022/12/photo-15smart.jpg" alt="3 Kendala Penerapan Smart Hospital di Indonesia"><p>Sejak pandemi Covid-19, penggunaan dan integrasi teknologi di rumah sakit dinilai semakin penting. Terlebih, pada pertengahan 2021, Indonesia mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang mengakibatkan krisis tenaga medis dan fasilitas kesehatan. Kala itu, banyak rumah sakit atau klinik tak mampu menampung tingginya permintaan perawatan pasien.</p><p>Berkaca dari pengalaman tersebut, maka sangat penting bagi rumah sakit atau klinik untuk mengadopsi teknologi demi meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan. Nah, integrasi teknologi inilah yang disebut dengan <em>smart hospital.</em></p><p>Apa Itu Smart Hospital?</p><p><strong><em>Smart hospital</em></strong> atau<em> <strong>rumah sakit pintar </strong></em>adalah konsep rumah sakit cerdas yang menggunakan teknologi terintegrasi untuk pelayanan rumah sakit. Sistem ini dapat mendukung konektivitas rumah sakit dalam melayani pasien. Dengan sistem teknologi ini pula, rumah sakit dapat mengelola data pasien yang banyak dengan lebih mudah.</p><p>Pada era industri ini<em>, smart hospital</em> sudah menjadi kebutuhan utama bagi rumah sakit. Terlebih, teknologi semakin berkembang canggih dan kebutuhan masyarakat dalam pelayanan rumah sakit semakin meningkat. Selain itu, <em>smart hospital</em> juga mendukung rumah sakit dalam menerapkan <em>patient centred care</em> dimana pelayanan berfokus pada pasien dapat terlaksana dengan optimal dan efisien.</p><p>Konsep <em>smart hospital</em> sudah banyak diterapkan di negara maju dan mulai dikenal di Indonesia. Penerapan <em>smart hospital</em> di Indonesia mempunyai potensi yang tinggi, mengingat Indonesia sebagai pasar <em>gadget</em> terbesar di Asia Tenggara. Dengan hal ini tentunya dapat mendukung penerapan <em>smart hospital</em> di Indonesia.</p><p>Akan tetapi, penerapan <em>smart hospital</em> di Indonesia dinilai masih belum optimal. Terdapat beberapa kendala yang dialami dalam eksekusi konsep <em>smart hospital</em> ini. Adapun kendala yang ditemui adalah sebagai berikut.</p><p><strong>1. Birokrasi rumah sakit</strong></p><p>Manajemen rumah sakit yang sudah merasa terlalu nyaman dengan sistem yang sudah ada menjadi pemicu kurangnya penerapan <em>smart hospital</em> di Indonesia. Masih banyak rumah sakit yang lebih mementingkan penambahan fasilitas fisik tanpa dibarengi dengan perkembangan teknologi.</p><p><strong>2. Sumber daya manusia</strong></p><p>Meskipun teknologi sudah berkembang sangat pesat, sayangnya, masih banyak rumah sakit yang kekurangan tenaga ahli IT. Alhasil, rumah sakit kesulitan bahkan tidak bisa menerapkan sistem <em>smart hospital</em>.</p><p><strong>3. Minimnya fasilitas teknologi</strong></p><p>Bagi beberapa daerah di Indonesia, tentunya keterbatasan fasilitas teknologi menjadi tantangan terbesar. Kondisi geografi yang luas menyebabkan tidak meratanya pemerataan teknologi informasi bagi tiap daerah.</p><p>Akibatnya, tidak semua rumah sakit dapat mengakses internet 24 jam penuh sehingga penerapan <em>smart hospital</em> sangat sulit dan penuh kendala.</p><p>Padahal, penerapan <em>smart hospital</em> sangat menguntungkan bagi pasien dan pihak rumah sakit. Sistem ini memungkinkan pasien mengetahui informasi kapasitas dan ketersediaan tempat tidur rumah sakit.</p><p>Selain itu, <em>smart hospital</em> juga dapat menyediakan rekam medis elektronik, sistem rujukan terintegrasi, sistem informasi laboratorium, dan sinkronisasi alat kesehatan. Beberapa hal tersebut mendukung efisiensi dan efektivitas pelayanan rumah sakit.</p><p>Penerapan <em>smart hospital</em> memerlukan <em>grand design </em>dengan banyak faktor yang saling berkesinambungan antara infrastruktur rumah sakit, teknologi, hingga sumber daya manusia. Oleh karena itu, penerapan <em>smart hospital</em> perlu direncanakan dengan matang.</p><p>Nah, SABBI dapat membantu Anda mewujudkan penerapan <em>smart hospital</em> di rumah sakit Anda. Kami menyediakan sistem informasi yang terintegrasi, fleksibel, dan praktis yang dapat meningkatkan proses pelayanan rumah sakit yang lebih cepat dan tepat.</p><p>Anda dapat menyesuaikan layanan kami sesuai dengan kebutuhan rumah sakit Anda. Tertarik untuk menciptakan pelayanan terbaik bersama SABBI? <strong>Segera hubungi kami</strong> untuk mendapat penawaran menarik!</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[5 Cara Ampuh Meningkatkan Kualitas Pelayanan Bisnis Rumah Sakit Anda!]]></title><description><![CDATA[<p>Saat ini, kesehatan menjadi salah satu kebutuhan primer masyarakat. Oleh karenanya, tak heran jika banyak orang memulai bisnis kesehatan: membangun rumah sakit, klinik, laboratorium, atau apotek. Bisnis kesehatan ini dinilai memiliki prospek yang menjanjikan dan keuntungan yang besar.</p><p> Namun, untuk menghasilkan bisnis yang sukses, ada banyak hal yang harus diperhatikan.</p>]]></description><link>https://blog.sabbi.id/5-cara-ampuh-meningkatkan-kualitas-pelayanan-bisnis-rumah-sakit-anda/</link><guid isPermaLink="false">63ad36644c92660453c3d3f9</guid><dc:creator><![CDATA[Budi]]></dc:creator><pubDate>Thu, 29 Dec 2022 06:52:47 GMT</pubDate><media:content url="https://blog.sabbi.id/content/images/2022/12/doctor-puas5835367_1280.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://blog.sabbi.id/content/images/2022/12/doctor-puas5835367_1280.jpg" alt="5 Cara Ampuh Meningkatkan Kualitas Pelayanan Bisnis Rumah Sakit Anda!"><p>Saat ini, kesehatan menjadi salah satu kebutuhan primer masyarakat. Oleh karenanya, tak heran jika banyak orang memulai bisnis kesehatan: membangun rumah sakit, klinik, laboratorium, atau apotek. Bisnis kesehatan ini dinilai memiliki prospek yang menjanjikan dan keuntungan yang besar.</p><p> Namun, untuk menghasilkan bisnis yang sukses, ada banyak hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah kualitas pelayanan pasien.</p><p>Kualitas pelayanan yang bagus akan membuat setiap pasien merasa puas dan senang. Pasien yang demikian tentunya dapat memberikan beberapa manfaat positif untuk bisnis Anda. Sebagai contoh, mereka akan menjadi pasien yang loyal dan dapat merekomendasikan bisnis Anda. Alhasil, Anda bisa mendapatkan banyak pelanggan baru di masa depan. </p><p>Namun, perlu diingat bahwa menciptakan dan menjaga kepuasan pasien bukanlah hal yang mudah. Nah, melalui artikel ini, kami akan menjelaskan beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan layanan pasien yang berkualitas. Yuk, simak selengkapnya</p><p><strong>1. Berikan jaminan keamanan</strong></p><p>Jaminan keamanan terhadap jasa bisnis kesehatan Anda dapat meningkatkan kepercayaan pasien. Anda juga bisa mencantumkan sertifikat kualifikasi jasa atau izin BPOM. Selain meningkatkan kepercayaan, kedua hal tersebut juga bisa meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap bisnis kesehatan Anda.</p><p><strong>2. Berikan layanan cepat dan 24 jam</strong></p><p>Setiap pasien pasti ingin pelayanan rumah sakit yang cepat dan tepat. Pelayanan yang sesuai dengan permintaan dan dilaksanakan dengan cepat akan membuat pasien merasa puas dan senang.</p><p>Nah, untuk menyediakan model pelayanan tersebut, Anda bisa menggunakan <strong><em>Whatsapp Business API</em></strong>. Sistem aplikasi ini memiliki fitur-fitur yang bisa memudahkan komunikasi antara customer service dengan pelanggan. Misalnya, fitur template pesan otomatis dan chatbot memungkinkan layanan pelanggan menjadi cepat dan bisa dilakukan selama 24/7.</p><p><strong>3. Tingkatkan kualitas customer service</strong></p><p>Sebuah rumah sakit, klinik, atau laboratorium membutuhkan petugas customer service yang kompeten. Seorang customer service harus mampu mendengarkan keluhan dan komplain pasien dengan baik, kemudian memberikan solusi untuk permasalahan tersebut.</p><p>Begitu banyaknya keluhan yang disampaikan pasien tentu dapat membuat customer service kewalahan. Oleh karena itu, penting bagi customer service untuk menjaga kesopanan dan kesabaran dalam berkomunikasi dengan pasien. </p><p>Jika customer service tidak menguasai kedua hal tersebut, pasien akan merasa tidak puas dengan pelayanan rumah sakit dan reputasi bisnis Anda berisiko hancur.</p><p><strong>4. Minta feedback dari pasien</strong></p><p>Anda bisa melakukan survey untuk menghimpun feedback pasien secara berkala. Hal ini bertujuan untuk memastikan kualitas produk/jasa dari bisnis Anda. </p><p>Jika menemukan beberapa pasien yang tidak puas dengan bisnis Anda, sebaiknya segera temukan jalan keluar dan lakukan perbaikan.</p><p><strong>5. Tawarkan layanan khusus atau VIP</strong></p><p>Cara terakhir untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit adalah dengan menawarkan layanan khusus untuk pasien yang sudah beberapa kali transaksi di bisnis kesehatan Anda.</p><p>Misalnya, Anda dapat memberikan diskon, cashback, atau reward lainnya sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi terhadap loyalitas mereka. Jika hal ini dilakukan, pasien akan merasa lebih puas dan senang dengan bisnis kesehatan Anda.</p><p>Nah, untuk mewujudkan kualitas pelayanan bisnis kesehatan tersebut, Anda bisa memanfaatkan <strong><em>Sistem Informasi dari SABBI</em></strong>. Sistem informasi ini akan memudahkanmu mencari data pasien, mencari data rekam medis, mengecek inventaris farmasi, melakukan layanan pasien dengan lebih cepat, dan lain sebagainya. </p><p>Anda ingin memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien anda? Pelajari manfaat SABBI untuk bisnis Anda <strong><em>di sini.</em></strong></p>]]></content:encoded></item></channel></rss>